Sunday, March 23, 2014

LANGKAH AWAL MENJADI PEDAGANG

Bismillah,.

Apa pun yang kita inginkan dalam hidup ini pasti ada ilmu yang menyertainya, dan setiap ilmu yang kita raih dan pelajari, pasti ada dasarnya. setinggi apa pun ilmu yang ingin kita raih akan menjadi hancur dan lebur jika tidak memahami dasar dari ilmu itu.


disini kita akan mengambil pelajaran sebagai langkah awal (dasar) untuk menjadi pedagang,

let's try to guess? 
apakah ilmu keuangan? ilmu marketing? atau ilmu planing?

Menurut saya adalah ilmu yang menjadi dasar yang harus kita pelajari adalah ilmu dimana costumer yang akan membeli product kita akan merasakan keamanan, kepuasan, dan ketertarikan dari dalam hatinya..


mari kita lihat hadist ini:


Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhu bahwa Rasuluillah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti). [1] HR Ibnu Majah (no. 2139), al-Hakim (no. 2142) dan ad-Daraquthni (no. 17), dalam sanadnya ada kelemahan, akan tetapi ada hadits lain yang menguatkannya, dari Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu, HR at-Tirmidzi (no. 1209) dan lain-lain. Oleh karena itu, hadits dinyatakan baik sanadnya oleh imam adz-Dzahabi dan syaikh al-Albani (lihat “ash-Shahiihah” no. 3453).


Kalau keduanya (pedagang dan pembeli) bersifat jujur dan menjelaskan (keadaan barang dagangan atau uang pembayaran), maka Allah akan memberkahi keduanya dalam jual beli tersebut. Akan tetapi kalau kaduanya berdusta dan menyembunyikan (hal tersebut), maka akan hilang keberkahan jual beli tersebut”.[4]

[4] HSR al-Bukhari (no. 1973) dan Muslim (no. 1532).

Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. Tirmidzi, Kitab Al-Buyu’ Bab Ma Ja-a Fit Tijaroti no. 1130)


“Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam Syu’abul Iman, Bab Hifzhu Al-Lisan IV/221).


“Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik dan jujur.” (HR. Tirmidzi, Kitab Al-Buyu’ Bab Ma Ja-a Fi At-Tujjar no.1131)


Semoga kita menjadi pedagang yang jujur dalam berdagang, sehingga segala apa yang kita usahakan mendatangkan keberkahan bagi kehidupan kita, dan harapanya keberkahan ini meningkatkan perdagangan yang kita jalankan
aamiin

Medan, 24 Maret 2014

Jimmi Kardo Sitepu


Sumber:

http://abufawaz.wordpress.com/2012/04/10/hadits-hadits-shohih-tentang-keutamaan-perniagaan-dan-pengusaha-muslim/#more-903
http://pengusahamuslim.com/pedagang-jujur-dan-1533#.Uy_AelSSxGg




0 comments:

Post a Comment