Sambut Lah Mimpi Seperti Menyambut Pagi Hari

Setinggi apa pun CITA CITA dan MIMPI kita takkan bisa diraih tanpa usaha keras dan doa, insyalloh.

Nikmati Hidup ini dengan penuh kebahagiaan

Hidup ini sungguh INDAH, tapi sayang kita lebih cendrung membuat hidup ini SUSAH.

Semakin Tinggi yang kita Daki, semakin Luas yang kita Lihat

Tinggi nya Gunung yang kita daki maka luas lah pemandangan yang kita lihat, walau sukarnya mencapai puncak itu.

Pandang lah Cita-Cita dengan Ketenangan, Kemudian Raih

Kita tidak bisa menunggu apa yang kita inginkan, dan tidak bisa mengumpulkan cita cita begitu saja.

Akhir Dari Perjuangan Hidup

Hidup kita pasti berakhir, harta yang banyak, istri, anak dan semua yang kita miliki tidak akan berfaedah bagi kita di kampung akhirat, tanpa niat yang tulus untuk mereka semua.

Sunday, March 23, 2014

LANGKAH AWAL MENJADI PEDAGANG

Bismillah,.

Apa pun yang kita inginkan dalam hidup ini pasti ada ilmu yang menyertainya, dan setiap ilmu yang kita raih dan pelajari, pasti ada dasarnya. setinggi apa pun ilmu yang ingin kita raih akan menjadi hancur dan lebur jika tidak memahami dasar dari ilmu itu.


disini kita akan mengambil pelajaran sebagai langkah awal (dasar) untuk menjadi pedagang,

let's try to guess? 
apakah ilmu keuangan? ilmu marketing? atau ilmu planing?

Menurut saya adalah ilmu yang menjadi dasar yang harus kita pelajari adalah ilmu dimana costumer yang akan membeli product kita akan merasakan keamanan, kepuasan, dan ketertarikan dari dalam hatinya..


mari kita lihat hadist ini:


Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhu bahwa Rasuluillah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti). [1] HR Ibnu Majah (no. 2139), al-Hakim (no. 2142) dan ad-Daraquthni (no. 17), dalam sanadnya ada kelemahan, akan tetapi ada hadits lain yang menguatkannya, dari Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu, HR at-Tirmidzi (no. 1209) dan lain-lain. Oleh karena itu, hadits dinyatakan baik sanadnya oleh imam adz-Dzahabi dan syaikh al-Albani (lihat “ash-Shahiihah” no. 3453).


Kalau keduanya (pedagang dan pembeli) bersifat jujur dan menjelaskan (keadaan barang dagangan atau uang pembayaran), maka Allah akan memberkahi keduanya dalam jual beli tersebut. Akan tetapi kalau kaduanya berdusta dan menyembunyikan (hal tersebut), maka akan hilang keberkahan jual beli tersebut”.[4]

[4] HSR al-Bukhari (no. 1973) dan Muslim (no. 1532).

Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. Tirmidzi, Kitab Al-Buyu’ Bab Ma Ja-a Fit Tijaroti no. 1130)


“Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam Syu’abul Iman, Bab Hifzhu Al-Lisan IV/221).


“Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik dan jujur.” (HR. Tirmidzi, Kitab Al-Buyu’ Bab Ma Ja-a Fi At-Tujjar no.1131)


Semoga kita menjadi pedagang yang jujur dalam berdagang, sehingga segala apa yang kita usahakan mendatangkan keberkahan bagi kehidupan kita, dan harapanya keberkahan ini meningkatkan perdagangan yang kita jalankan
aamiin

Medan, 24 Maret 2014

Jimmi Kardo Sitepu


Sumber:

http://abufawaz.wordpress.com/2012/04/10/hadits-hadits-shohih-tentang-keutamaan-perniagaan-dan-pengusaha-muslim/#more-903
http://pengusahamuslim.com/pedagang-jujur-dan-1533#.Uy_AelSSxGg




HAKIKAT KEKAYAAN



Bismillah..

yuk kita baca artikel ini, insyalloh artikel yang bermanfaat,.

Hanya dengan cara pandang agama, manusia akan percaya bahwa sesungguhnya kekayaan tidak selalu berwujud harta benda. Kekayaan yang sebenarnya tidak selalu diukur dengan besarnya angka-angka materi. Keluasan hati saat seorang hamba mampu menekan hawa nafsunya, bersikap menerima dan mensyukuri apa yang ada justru Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam nyatakan sebagai kekayaan yang sebenarnya.
Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “Kekayaan bukanlah banyak harta benda, akan tetapi kekayaan adalah kekayaan hati.” (Hadis riwayat Bukhari Muslim)
Ibnu Baththal berkata, “Hadis ini bermakna bahwa kekayaan yang hakiki bukan pada harta yang banyak. Karena, banyak orang yang Allah luaskan harta padanya namun ia tidak merasa cukup dengan pemberian itu, ia terus bekerja untuk menambah hartanya hingga ia tidak peduli lagi dari mana harta itu didapatkan, maka, sesungguhnya ia orang miskin, disebabkan karena ambisinya yang sangat besar.”
Oleh karena itu kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. Orang yang merasa cukup dengan pemberian Allah, tidak terlalu berambisi untuk menambah hartanya dan terus-menerus mencarinya, maka berarti ia orang yang kaya”
Al-Qurthubi berkata, “Hadis ini bermakna bahwa harta yang bermanfaat, agung dan terpuji adalah kekayaan jiwa.”
Dengan demikian, tidak selalu harta benda yang banyak itu mendatangkan kebahagian, kebaikan dan kesenangan bagi pemiliknya. Kekayaan yang sebenarnya adalah sesuatu yang manusia rasakan dalam hatinya. Hatilah yang menentukan seorang manusia menjadi senang atau sengsara, kaya atau miskin dan bahagia atau sedih. Pangkalnya ada dalam hati.
Hati yang takut kepada azab Allah, beriman, penuh rasa syukur dan cinta kepada Pemilik dan Pemberi rizki sebenarnyalah yang akan memperoleh kebaikan dan kebahagiaan dari harta yang dimilikinya, sebesar apapun harta tersebut.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang dunia adalah ambisinya, maka Allah akan menghancurkan kekuatannya, menjadikan kemiskinan di depan matanya dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah Allah takdirkan. Dan barangsiapa akhirat adalah tujuannya, maka Allah akan menguatkan urusannya, menjadikan kekayaannya pada hatinya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk.” (HR Ibnu Majah)
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita semua hati yang kaya, hati yang selalu bergantung dan bersandar kepada Dzat yang Mahakaya.
Wallahu a’lam
 —
Artikel Muslim.Or.Id



Friday, March 7, 2014

Bisnis Q Dalam 2 bulan

Bismillah

Beberapa kali teman saya mengatakan bahwa saya adalah orang yang sangat beruntung dalam memulai usaha. Bagai mana tidak, seyogianya ketika orang orang memulai usaha bisnis, mereka memulai dari nol, malah saya di tawari melanjukan usaha tetangga dengan pelanggan yang sudah ada, tempat jualan yang strategis, dan segala ilmu tentang penjualan product. bisa dilihat di grafik.

pertama kali penjualan saya lakukan sudah naik ke level 34 bungkus,. asumsinya 34bks x Rp. 5000 = Rp. 170.000,00. untuk pemula ini merupakan angka yang cukup besar ( bagi saya :) ).

bahkan di minggu ke dua saya jualan di tempat jualan tersebut. kerap kali saya menabung uang netto Rp. 100,000 sampai Rp.150.000. hal ini tentu membuat saya sangat sangat bahagia sekali,. mungkin rejeki anak kali ya hehe :)

namun apa hendak di kata, pada mingggu ke 5 saya di peringatkan oleh pemilik tempat jualan, bahwa saya harus pindah jualan ke belakang, dimana pelanggan akan kesulitan untuk melihat jualan saya, hal ini membuat saya down, belum lagi sewa tempat yang teramat mahal.

saya memutuskan untuk pindah jualan ke depan swalayan, di sekitar jualan pertama, namun, tempatnya kurang strategis. agak jauh dari pasar, dan kerap kali tertutup oleh parkiran mobil,.

minggu pertama sampai minggu ke dua,. penjualan jatuh se jatuh jatuhnya,. penjualan yang sebelumnya cukup banyak, membuat saya turun mental.., analisa saya, hal ini terjadi karena pelanggan pelanggan lama tidak mengetahui saya jualan di tempat baru,.

tapi alhamdulillah, di minggu ke 3 dan 4, penjualan mulai lagi naik ke level yang lebih tinggi,. tampaknya pelanggan mulai mengetahui klo saya jualan di tempat yang baru...

kesimpulannya adalah,. penjualan ini di pengaruhi banyak hal, yang tentu tidak sempat saya jabarkan disini,.

terimakasih,. semoga bermanfaat bagi kita semua,.

medan 06 maret 2014
jimmi kardo sitepu

Thursday, March 6, 2014

CLEAVER VS HARD WORKER

Bismillah..

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman yang telah saya alami dalam memulai usaha, mudah-mudah an bermanfaat bagi kita semua,

oke let's begin..

Betapa banyak ke janggalan - janggalan dalam hidup ini, terutama dalam berbisnis. orang orang cerdas yang memiliki planing kuat, perhitungan kuat, teori yang serba bla bla, keuangan yang kuat, sering mengalami kegagalan dalam bisnisnya, bahkan kerap teori yang serba luas ini tidak terlaksa, dan hampa termakan usia.

Coba bayangkan, 6 bulanan yang lalu, kami berencana membuat usaha kerja sama salah satu cabang bisnis. steling sudah di beli, perlengakapan masak sudah terbeli, brand dan tempat juga suda ada, bahkan calon karyawannya juga sudah di training selama seminggu,. jika sekilas, tidak ini LANGKAH BISNIS YANG CUKUP SMART DAN PENUH PERHITUNGAN??

Tapi lihat, setengah tahun kedepannya bisnis ini sampai sekarang tidak terlaksa,. uang mati tanpa guna, padahal mencari uang itu sungguh sulit,.

namun ketika saya lihat salah satu tipe bisnis di dekat jualan saya,. wah wah, saya terkejut sampai bingung entah kenapa, bisnis dengan modal "SPEDA JANDA" denga perlengkapan seadanya, tanpa brand tanpa unik, bahkan tanpa stelling. dia bisa menghasilkan JUTAAN PER HARI dengan total karyawan sebanyak 5 orang, wow wow.

Tidakkah ini cukup naif,.

Saya pernah membaca salah satu artikel tentang bisnis, dan ini membuat saya sadar akan kata kata itu, terkait masalah ini,. what do they say?

"Kerap kali orang bodoh berpikir sederhana dalam bisnisnya, dan hanya bersungguh sunggu dalam 1 bisnisnya dan dia sukses dari jalan itu, namun kerap kali orang pintar memiliki banyak ide bisnis tapi ide bisnisnya tidak ada terlaksana, "

so what the conclusion that I want to say..?

pikiran yang cerdas dan briliant tidak lebih berharga dari sebuah sampah dan kotoran,. jika tidak di terapakan,. namun 1 ide sederhana dan di lakukan bisa lebih berharga dari permata dan emas

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua,. dan menambah semangat kita dalam memulai usaha,

We are what are we thinking, if we think we can... we belive we can do...?

medan, 7 maret 2014
Jimmi kardo sitepu